Maba UB Juarai Kejuaraan Renang Antar Mahasiswa seluruh Indonesia (Arsip UKM Renang UB 15 September 2010 dari Prasetya On Line)

 

Daniel (kiri)  dan Shani Rezabillah (kanan)

Daniel (kiri) dan Shani Rezabillah (kanan)

Daniel (Manajemen) dan Shani Rezabillah( Teknik Industri) walau masih tiga bulan menjadi mahasiswa Universitas Brawijaya(UB) sudah mengharumkan nama UB di kancah nasional. Hal ini dibuktikan di Kejuaraan Renang Antar Mahasiswa Seluruh Indonesia (KRAMSI)  yang diadakan Universitas Hasanudin, Makassar, seminggu yang lalu (8-10/10).

Daniel mendapatkan emas di nomor andalannya 50 meter gaya bebas. Daniel yang saat ini berada di peringkat 12 nasional juga mendapatkan dua perak ( 100 meter gaya dada dan 50 meter gaya kupu-kupu) dan tiga perunggu (200 meter ganti, 50 meter  gaya dada, dan 50 meter gaya  punggung). Sedangkan Shanni mendapatkan perak di 50 meter gaya bebas dan gagal mencapai target emas di nomor andalannya 100 meter gaya bebas. Akhirnya Shani hanya mampu membawa pulang perunggu.

Mereka berdua sebenarnya memilki target untuk menajdi pemain terbaik. Namun ternyata perhitungan mereka meleset setelah melihat penampilan tim tuan rumah yang kebanyakan meraih best time. Mereka berdua memang tidak terbiasa bertemu dengan tim dari luar Jawa. “Nama-nama mereka jarang kita dengar,” ungkap Daniel.

Shani menambahkan waktu latihan yang sangat singkat, hanya seminggu, tidak cukup bagi mereka melakukan persiapan. Ia mengungkapkan waktu latihannya memang lebih sedikit dibandingkan Daniel yang asli Kota Malang. “Saya masih tergabung di Surabaya,” tambahnya.

Sakit Berbuah Prestasi                                    

Kedua mahasiswa baru ini memiliki latar belakang yang sama mengawali dunia renang, keduanya sama-sama menderita sakit dari kecil. Daniel yang memiliki mimpi untuk bertanding di ajang Olimpiade ini awalnya mudah batuk juga pilek sehingga dokter menyarankan untuk renang. Akhirnya semenjak usia empat tahun Daniel masuk klub dan pertama meraih medali emas saat usianya tujuh tahun di Kejuaraan Renang se-Jawa Timur.

Sedangkan Shani awalnya menderita  asma dan oleh saudaranya yang seorang dokter menyarankan untuk latihan renang. ” Awalnya hanya seminggu sekali tapi kata pakdhe harus empat kali seminggu. Akhirnya sekalian aja masuk klub,” ungkapnya.  Prestasi awal yang diingatnya adalah saat mendapatkan medali emas ketika kelas 5 SD di Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) di  Jakarta.

Daniel dan Shani yang sudah bersahabat sebelum sama-sama menjadi mahasiswa UB ini memiliki motivasi berbeda tetap menggeluti renang. Bagi Daniel mencapai best time setiap kali kejuaraan adalah perasaan yang tak tergantikan. Sedangkan Shani ingin memberikan kebanggan untuk orang tuanya. “Setiap tanggal 3 Juli di hari ulang tahun ayah ada kejuaraan. Rasanya senang kalau bisa mempersembahkan medali untuk ayah,” ungkapnya.[ai]

 

Leave a Reply

Name *
Email *
Website