UKM Renang UB Kembali Toreh Prestasi (dikutip dari Prasetya On Line)

Unit Kegiatan Mahasiswa Renang Universitas  Brawijaya (UKMR UB) Malang kembali mencetak prestasi. UKM Renang UB berhasil membawa pulang 13 medali dalam Kejuaraan Renang antar Mahasiswa Seluruh Indonesia (KRAMSI) pada (27-29/11).

Dalam perhelatan yang digelar di Universitas Hasanudin Makasar tersebut, Tim Renang UB mengumpulkan enam emas, empat perak dan tiga perunggu.

UKM Renang UB Kembali Toreh Prestasi. Dokumentasi Istimewa

UKM Renang UB Kembali Toreh Prestasi. Dokumentasi Istimewa

Tim UKM renang UB, yaitu Dara Jingga W.P(FIA) meraih dua perunggu di nomor 50m gaya dada, 4x50m estafet gaya bebas, dan satu perak di nomor 4x50m estafet gaya ganti. Selain itu Dara Zamura (FISIP) mendapat dua perunggu di nomor 100m gaya kupu dan 4x50m gaya bebas, satu perak di nomor 4x50m estafet gaya ganti.  Catra Contara (FISIP) mendapat tiga perak di nomor 50m gaya punggung putra,100m gaya punggung putra dan 200m punggung putra. Sementara Nigita Edmira mendapat satu perunggu di nomor 4x50m estafet gaya ganti putri dan satu perak di nomor 4x50m estafet gaya bebas.

Salah satu dari mereka yakni Fibriani R. Marita menorehkan prestasi perenang putri terbaik di ajang KRAMSI 2014. Eenam emas berhasil disabet masing-masing di nomor 200m gaya ganti perorangan , 50m gaya punggung, 100m gaya punggung, 200m gaya punggung, 200m gaya dada, 100m gaya dada serta satu perakdi nomor 4x50m estafet gaya bebas satu perunggu di nomor estafet gaya ganti putri. [ella/ocha]

Dibalik layar UKM Renang UB

Malang, UKM Renang UB. Seringkali pembaca hanya melihat di luar  tampilan UKM Renang UB, namun cerita di balik kisah keberangkatan pertandingan, riwayat pembina – pelatih sekarang ternyata juga memiliki cerita tersendiri. Berikut foto-foto yang menginspirasi untuk kebersamaan, kekeluargaan dan kemajuan bersama.

Pembina dan Pengurus  selalu berkoordinasi tentang rencana keberangkatan untuk bertanding, baik di tingkat daerah, nasional dan Internasional. Foto di atas pertemuan sebelum KRAMSI di Makassar (27 – 29 November 2014) di rumah pembina.

Pembina dan Pengurus (ki-ka: Dara Z, Annisa, Fibriani)  selalu berkoordinasi tentang rencana keberangkatan untuk bertanding, baik di tingkat daerah, nasional dan Internasional. Foto di atas pertemuan sebelum KRAMSI di Makassar (27 – 29 November 2014) di rumah pembina.

Pelatih Renang UKM Renang UB (Bp.Marsono- pojok kiri ) adalah pelatih dari pembina UKM Renang Ub sekarang (Atok S.P-keempat dari kanan, baris kedua) dikala tahun 90’an di klub renang Orca Malang . Tampak foto bersama teman-teman kala itu a.l Sony, cece Indah, Yohanes, Meme, Hartanto Sudiro (baju merah) perenang Nasional KU-4, juara Pekan Olahraga Pelajar ASEAN di Bangkok,dkk dengan  para pelatih (P. Takim, dan P. Prawoto / duduk bersila). Foto dok.pribadi thn.1990
Pelatih Renang UKM Renang UB (Bp.Marsono- pojok kiri ) adalah pelatih dari pembina UKM Renang Ub sekarang (Atok S.P-keempat dari kanan, baris kedua) dikala tahun 90’an di klub renang Orca Malang . Tampak foto bersama teman-teman kala itu a.l Sony, cece Indah, Yohanes, Meme, Hartanto Sudiro (baju merah) perenang Nasional KU-4, juara Pekan Olahraga Pelajar ASEAN di Bangkok,dkk dengan para pelatih (P. Takim, dan P. Prawoto / duduk bersila, mas Eko). Foto dok.pribadi thn.1990

 

Foto bersama keluarga besar klub Renang Orca Malang, tahun 1990 an di kolam Renang International Sengkaling (Bentoel), Malang (Dok. Pribadi Atok S.P )

Foto bersama keluarga besar klub Renang Orca Malang, tahun 1990 an di kolam Renang International Sengkaling (Bentoel), Malang (Dok. Pribadi Atok S.P )

 

 

Tim Renang UB Sabet Juara 1 Nasional LIMA Swimming 2014 (Dikutip dari prasetya On Line UB 24 September 2014)

Tim Renang UB Kumpulkan Tujuh Emas di LIMA Swimming 2014

Tim Renang UB Kumpulkan Tujuh Emas di LIMA Swimming 2014

Tim Renang Universitas Brawijaya (UB) berhasil mengumpulkan tujuh emas, satu perak dan satu perunggu pada Liga Mahasiswa (LIMA) Swimming 2014 yang bertempat di kolam renang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Sabtu (13/9). LIMA Swimming 2014 diikuti 15 perguruan tinggi dengan jumlah perenang 90 orang dari berbagai kota untuk berpartisipasi dalam ajang kompetisi renang tahunan tingkat mahasiswa nasional ini.Adinda Sekar A.P selaku manajer dari Tim Renang UB menyampaikan kepada PRASETYA Online ada lima orang yang mewakili UB untuk bertanding di LIMA Swimming 2014 ini yaitu Fibriani R Marita, Goldilanov Nadya G, Iffy Nadya F, Kadek Bela dan Javier Molya. Perolehan dua medali emas individu diraih oleh Fibriani di nomor 50 m gaya punggung dan 100 m gaya punggung. Dua emas individu oleh Goldilanov di nomor 50 m gaya bebas dan 200 m gaya ganti. Satu emas individu diraih oleh Iffy di nomor 100  gaya bebas dan satu perak individu di nomor 100 m gaya kupu-kupu. Sedangkan Javier memperoleh satu perunggu indovidu di nomor 50 m gaya dada.

“Selain itu tim renang UB mendapat dua emas dari nomor estafet 4 x 100 m gaya bebas dan 4 x 100 m gaya ganti oleh Fibriani, Goldinov, Iffy dan Kadek Bella,” jelas mahasiswi teknik itu.

Atas perolehan tujuh medali satu perak dari tim renang putri ini, UB mendapatkan Juara 1 Nasional Putri dalam LIMA Swimming 2014 ini Goldilanov Nadya Gantari juga mendapatkan penghargaan Best Swimmer karena berhasil mengumpulkan emas terbanyak dan perenang termuda.

LIMA Swimming 2014 mempertandingkan sedikitnya 26 nomor untuk putra dan putri yang terdiri dari gaya bebas, punggung, kupu-kupu, dan dada yang masing-masing jarak 50m, 100m, dan 200m. Tiga nomor lainnya berasal dari gaya ganti perorangan 200m, dan dua nomor beregu yakni gaya bebas estafet dan gaya ganti estafet 4X100m untuk putra dan putri.

Sedangkan kelimabelas Perguruan Tinggi yang ikut serta di LIMA Swimming 2014 ini antara lain Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung, Universitas Parahyangan (UNPAR) Bandung, Universitas Widyatama, Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Universitas Surabaya (UBAYA), Universitas Majalengka, Universitas Machung Malang, Binus University, Politeknik Bandung, Universitas Atmajaya Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Brawijaya (UB) Malang. [LIMA/rian]

18 Atlit UB Ikuti POMNAS XII (Kumpulan Artikel UKM Renang UB dari Prasetya On Lin e UB 12 September 2011)

Universitas Brawijaya (UB)  berhasil mengikutsertakan sebanyak 18  atlitnya untuk Kontingen Jatim dalam rangka Pekan Olah Raga Mahasiswa Nasional (POMNas) XII Tahun 2011. Kompetisi ini akan diselenggarakan di Kepri – Batam pada tanggal 14 – 24 September 2011.Atlit UB peserta POMNas adalah para atlit peraih Medali Emas ditingkat Wilayah Jatim ( POMDA ). Adapun cabang olahraga yang diikuti oleh para atlit  adalah sebagai berikut;  Pencak Silat; Mohammad Munif (FTP),  Dhenta Yanuar Dinata (FIB) dan Irfan Setya Ardhi (FIA), Karate; Hengky Prayogo (FT), Dian Sekar (FT), Bulutangkis; Adhi Harmidika (FEB), Nico Aditya E. (FEB), Catur; Ghirah Rizqy D. (FPt), Renang; Daniel, Basket Beregu Putra; Muhamad Amri Suhudi (FEB), Rendy Satria Poku (FH), Tito Panca Nugraha (FT), Fernanda Kharisma E. (FH), Basket Beregu Putri; Amelia Magdalena (FISIP), Hoka Rahayu (FT), Mey Putri Diana (FEB), Trisna Gama Putri (FH) dan Bola Voli; Daniel Pradana (FEB). [arr]

Maba UB Juarai Kejuaraan Renang Antar Mahasiswa seluruh Indonesia (Arsip UKM Renang UB 15 September 2010 dari Prasetya On Line)

 

Daniel (kiri)  dan Shani Rezabillah (kanan)

Daniel (kiri) dan Shani Rezabillah (kanan)

Daniel (Manajemen) dan Shani Rezabillah( Teknik Industri) walau masih tiga bulan menjadi mahasiswa Universitas Brawijaya(UB) sudah mengharumkan nama UB di kancah nasional. Hal ini dibuktikan di Kejuaraan Renang Antar Mahasiswa Seluruh Indonesia (KRAMSI)  yang diadakan Universitas Hasanudin, Makassar, seminggu yang lalu (8-10/10).

Daniel mendapatkan emas di nomor andalannya 50 meter gaya bebas. Daniel yang saat ini berada di peringkat 12 nasional juga mendapatkan dua perak ( 100 meter gaya dada dan 50 meter gaya kupu-kupu) dan tiga perunggu (200 meter ganti, 50 meter  gaya dada, dan 50 meter gaya  punggung). Sedangkan Shanni mendapatkan perak di 50 meter gaya bebas dan gagal mencapai target emas di nomor andalannya 100 meter gaya bebas. Akhirnya Shani hanya mampu membawa pulang perunggu.

Mereka berdua sebenarnya memilki target untuk menajdi pemain terbaik. Namun ternyata perhitungan mereka meleset setelah melihat penampilan tim tuan rumah yang kebanyakan meraih best time. Mereka berdua memang tidak terbiasa bertemu dengan tim dari luar Jawa. “Nama-nama mereka jarang kita dengar,” ungkap Daniel.

Shani menambahkan waktu latihan yang sangat singkat, hanya seminggu, tidak cukup bagi mereka melakukan persiapan. Ia mengungkapkan waktu latihannya memang lebih sedikit dibandingkan Daniel yang asli Kota Malang. “Saya masih tergabung di Surabaya,” tambahnya.

Sakit Berbuah Prestasi                                    

Kedua mahasiswa baru ini memiliki latar belakang yang sama mengawali dunia renang, keduanya sama-sama menderita sakit dari kecil. Daniel yang memiliki mimpi untuk bertanding di ajang Olimpiade ini awalnya mudah batuk juga pilek sehingga dokter menyarankan untuk renang. Akhirnya semenjak usia empat tahun Daniel masuk klub dan pertama meraih medali emas saat usianya tujuh tahun di Kejuaraan Renang se-Jawa Timur.

Sedangkan Shani awalnya menderita  asma dan oleh saudaranya yang seorang dokter menyarankan untuk latihan renang. ” Awalnya hanya seminggu sekali tapi kata pakdhe harus empat kali seminggu. Akhirnya sekalian aja masuk klub,” ungkapnya.  Prestasi awal yang diingatnya adalah saat mendapatkan medali emas ketika kelas 5 SD di Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) di  Jakarta.

Daniel dan Shani yang sudah bersahabat sebelum sama-sama menjadi mahasiswa UB ini memiliki motivasi berbeda tetap menggeluti renang. Bagi Daniel mencapai best time setiap kali kejuaraan adalah perasaan yang tak tergantikan. Sedangkan Shani ingin memberikan kebanggan untuk orang tuanya. “Setiap tanggal 3 Juli di hari ulang tahun ayah ada kejuaraan. Rasanya senang kalau bisa mempersembahkan medali untuk ayah,” ungkapnya.[ai]